Oohhh Cupangku


Ada banyak harapan yang ingin kami capai, namun karena kesibukan yang semakin padat, memaksa ada satu atau banyak hal mesti terbengkalai. skala prioritas mengutamakan hal yang paling penting diatara yang penting-penting, mengharuskan hal itu terjadi.

beberapa hari yang lalu, saya mesti mengikuti pelatihan selama 5 hari. dalam rentang lima hari ikan cupang koleksi kami termasuk jenis dan koleksi pilihan tidak terurus maksimal.

istri yang saya tugaskan untuk memberi makan, tidak kuasa menahan keinginan ana-anak kami yang masih kecil, terutama yang baru berumur 3 tahun, untuk ikut serta dalam berpartisipasi memberi makan. bisa dibayangkan seperti apa jadinya. hik..hik.. sedihnya..

hari ke 3 pelatihan, sore hari saya dikabari berita duka, 3 ekor cupang big ear tewas mengenaskan, demikan juga 14 ekor ikan plakat, 8 ekor cupang medan super. saya tanya kenapa bisa mati? dijawab oleh istri saya bahwa, kemungkinan penyebab keatiannya adalah kotornya air karena banyaknya pakan yang ada dalam akuarium….

hari ke 4 , masih dalam sesi materi pelatihan, kurang lebih jam 10 pagi, hp dalam kantong bergetar. saya rogoh saku celana, dan saya keluarkan hp, tertera pada layar  “1 pesan belum dibaca” pengirim atas nama istri saya.

dug…. tiba-tiba saya jadi panik jangan-jangan ada sesuatu terjadi pada keluarga, sebab saya sudah berpesan pada istri jangan telp atau sms pada jam pelatihan berlangsung. segera saya baca sms tersebut…. alamaaak ternyata —–“Cupang Giant yang sudah ditawar Rp 400. 000,   MATI”—–

istri saya mencoba memberikan kemungkinan penyebabnya, dalam narasi yang sangat singkat  “kayaknya kebanyakan pakan deh”, sepertinya istri saya ingin menebus perasaan bersalah atas keteledorannya, karena tidak mengawasi anak-anak dalam partisipasi mereka untuk memberi makan ikan cupang kami.

saya tidak jawab segera karean tidak mungkin melakukannya disaat pelatihan berlangsung. jam istirahatpun tiba, segera saya telpon istri saya — tidak diangkat—

sore hari setelah seluruh materi pelatihan hari itu selesai, saya telpon ulang, untuk memastikan semuanya. dikabarkan bahwa hari itu ikan yang mati berjumlah lebih dari 30 ekor…. saya hanya tersenyum kecut… sabar… sabar…

saya hanya bisa sabar, dan saya meminta istri untuk mengganti seluruh air pada akuarium yang ditempati setiap ikan, dan membiarkan ikan tanpa diberi makan. dan tidak pula lupa untuk memasukkan guntingan daun ketapang kedalamnya.

hari jumat adalah hari terahir pelatihan, pelatihan selaesai dan ditutup secara resmi menjelang shalat jumat. tapi, kami mesti bersabar karena jam pemberangkatan kereta dari Bandung dengan tujuan daerah kami Cirebon, ada pada jam 18.15 wib.

untuk mengisi sisa waktu sampai jam pemberangkatan kereta, kami kunjungi Gramedia toko buku. ah.. ternyata menguras dompet juga, banyak buku yang tidak kami jumpai di Gramedia Cirebon, belum lagi goadaan buku diskonan sampai 70%…jadilah setengah dari uang pesangon pelatihan keluar dari dompet.

singkat cerita, saya sampai ke rumah, dan saya dapati akuarium susun rapi dalam keadaan bersih dan terbalik. rak pemeliharan yang biasanya penuh kini lowong menyisakan tempat yang kosong, sementara sisa ikan yang ada tampak kurus……. sedih…. tapi saya sadari bila ini memang harus terjadi dan proses untuk bisa lebih baik… keep smile n semangat…..

salam cupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s